Sabtu, 01 Desember 2018

Published Desember 01, 2018 by with 0 comment

5 Tempat Ini Bisa Jadi Rekomendasi Anda Saat Liburan Ke Jepang

Ada banyak hal alasan mengapa Jepang menjadi salah satu negara yang dikagumi dan masuk dalam daftar rekomendasi negara yang harus dikunjungi. Keunggulan dalam bidang teknologi, budayanya yang masih kuat, serta pemandangannya yang indah membuat Jepang menjadi favorit wisatawan. Nama-nama seperti Gunung Fuji dan Arashiyama Bamboo Forest tentu tak asing lagi di telinga karena kepopulerannya.

Sekarang, bagaimana jika kamu melihat tempat-tempat menarik di Jepang yang tak banyak orang ketahui. Meski tak selalu ada di daftar rekomendasi wisata Jepang, 5 Tempat Ini Bisa Jadi Rekomendasi Anda Saat Liburan Ke Jepang nanti:

Ibusuki
Berada di Semenanjung Satsuma, Ibusuki adalah kota yang dikenal dengan pemandian pasirnya. Saraku Sand Bath Hall adalah tempat yang populer dengan layanan ini, jaraknya hanya sekitar 1 km dari Ibusuki Station. Sebelum direndam dengan pasir pantai hingga leher, kamu akan diminta mengenakan yukata yang merupakan pakaian khas Jepang. Pasir yang hangat akan memberi sensasi pijat dan menenangkan. Setelah 20 menit, kamu diarahkan ke pemandian air panas reguler.

Selain pemandian pasir, tempat lain yang bisa kamu kunjungi adalah Satsuma Denshokan Museum untuk melihat sejarah dan perkembangan kota Ibusuki. Kunjungi juga Flower Park Kagoshima yang merupakan taman botani dengan koleksi bunga tropis dan endemik Jepang. Satu lagi yang tak boleh dilewatkan adalah Cape Nagasakibana, sebuah titik terbaik di ujung semenanjung untuk melihat pemandangan laut dan Gunung Kaimondake.

Yamagata

Yamagata adalah sebuah wilayah yang berada di selatan Tohoku dan populer dengan produk hasil pertanian, buah ceri, situs bersejarah, dan pemandian air panas. Kuliner di Yamagata disebut-sebut sebagai kuliner terbaik di Jepang karena dibuat dari bahan-bahan berkualitas tinggi. Beberapa bahan makanan yang terkenal dari Yamagata yakni soba alias mi khas Jepang dan daging Yonezawa yang konon merupakan daging berkualitas tinggi.

Jika kamu berkunjung di musim gugur, imoni adalah kuliner yang wajib kamu nikmati. Imoni merupakan sup yang terbuat dari akar talas, daging sapi terbaik, konnyaku, dan berbagai bahan lain yang mampu menghangatkan tubuh. Selain daging dan sup, Yamagata juga memiliki sake yang terkenal dengan cita rasa dan kualitasnya sejak puluhan tahun lalu yang patut kamu coba.

Semenanjung Noto

Jika kota besar seperti Kyoto dan Tokyo menawarkan sisi modern dari Jepang, maka Semenanjung Noto bisa menjadi alternatif lain. Kamu akan disuguhi pemandangan pesisir, seperti Pantai Kongo, Pantai Chirihama, dan Pantai Okunoto saat menghabiskan waktu di Semenanjung Noto.

Selain pesisir, ada juga situs budaya yang bisa dikunjungi seperti Kuil Keta Taisha, Kuil Sojiji, dan Kuil Myojoji. Jika ingin jalan-jalan ke kota, Kota Wajima bisa jadi pilihan. Wajima menjadi titik jual-beli karena adanya pasar pagi yang lumayan populer. Saat berkunjung, jangan lupa mampir ke Wajima Nuri Kaikan, sebuah museum sekaligus toko hasil kerajinan tangan masyarakat setempat.

Koyasan
Kawasan Koyasan adalah pusat dari Shingon Buddhism, salah satu aliran Buddha di Jepang. Meski merupakan tempat belajar dan beraktivitas para biksu, Koyasan juga terbuka dengan kedatangan turis. Di sini, kamu bisa menginap dan mengikuti aktivitas dari para biksu mulai dari pagi hingga petang.

Tersedia sedikitnya 50 kuil yang terbuka jika kamu ingin belajar mengenal Buddha atau sekadar observasi sederhana. Sebagian kuil juga dilengkapi dengan WiFi dan toilet modern. Hal ini adalah bukti bahwa Koyasan sangat terbuka menerima turis. Selain itu, kamu bisa mencicipi makanan vegetarian khas para biksu yang rasanya cukup melegenda saat berkunjung.

Kiso Valley

Jika kamu ingin merasakan Periode Edo di Jepang, Kiso Valley bisa jadi pilihan. Untuk menuju ke sini, para pejalan tidak diperbolehkan mengendari binatang atau kendaraan apapun untuk menyeberang dari Tokyo ke Kyoto dan sebaliknya. Jarak sekitar 500 km yang terbentang memaksa para pejalan menghabiskan waktu berhari-hari, yang disebut dengan Nakasendo Walk. Kiso Valley sendiri merupakan area peristirahatan para pejalan kaki yang menyediakan penginapan dan tempat makan.

Saat ini, Kiso Valley menjadi salah satu kawasan yang banyak dikunjungi oleh turis. Untuk menjaga sejarah dan membawa para turis kembali ke Periode Edo, sepanjang Kiso Valley berjejer bangunan berbahan kayu dan jalan setapak berbatu agar suasana yang tercipta bisa mirip dengan masanya.
      edit

0 komentar:

Posting Komentar