Minggu, 19 Mei 2019

Published Mei 19, 2019 by with 0 comment

Berbagai Budaya Unik di Indonesia Saat Ramadan


Indonesia merupakan negara yang terkenal dengan budayanya yang beragam, hal ini juga berlaku ketika menyambut bulan ramadan. Setiap daerah memiliki caranya sendiri untuk memeriahkan bulan suci penuh berkah ini. berikut ini adalah sedikit gambaran tentang beragamnya budaya di Indonesia saat menjalani bulan ramadan.

1. Berbagi Bubur Samin (Solo, Jawa Tengah)
Tradisi membagikan bubur samin untuk berbuka puasa sudah ada sejak tahun 1965 di Masjid Darussalam, solo. Budaya gemah ripah loh jinawi dan ajaran berbagi dalam agama islam tergambar dalam tradisi ini. Mulanya kegiatan ini dikhususkan untuk orang yang berpuasa, tapi kini siapapun bisa menikmati bubur samin dengan gratis.

Banyak orang berbondong-bondong datang dan mengantre sejak sore hari hingga menjelang maghrib agar dapat menikmati bubur samin. Bubur samin sendiri merupakan makanan yang terbuat dari berar yang dicampur dengan susu, rempah, bawang daun, bawang bombai, sayuran daging sapi, santan dan minyak samin, kemudian disajikan dengan telur rebus dan kurma.

2. Keriang Bandong (Pontianak, Kalimantan Barat)
Tradisi unik selanjutnya berasal dari Pontianak, pada sepuluh malam terakhir bulan ramadan warga Pontianak akan menyalakan obor dan diletakan di halaman rumah masing-masing. Obur yang terbuat dari bamboo kecil dengan sumbu yang menyinari seluruh wilayah Pontianak memiliki keunikannya tersendiri.

Sesuai namanya keriang yang berarti serangga penyuka cahaya dan bandong yang diambil dari kata berbondong-bondong, tradisi ini terinspirasi dari kegiatan serangga yang berbondong-bondong mencari cahaya.

3. Dengo-dengo (Bungku, Sulawesi Tengah)
Warga Bungku punya cara sendiri untuk membangunkan sahur. Sebelum bulan ramadan warga akan membuat bangunan yang memiliki tinggi hampir 15 meter dan terbuat dari bambu dan daun sagu sebagai atapnya. Setiap pagi menjelang waktu sahur penjaga akan menabuh gendang dan gong untuk membangunkan warga dari bangunan dengo-dengo.

Menurut bahasa setempat dengo-dengo berarti tempat beristirahat. Selain untuk membangunkan sahur, bangunan ini juga sering digunakan warga setempat untuk beristirahat atau sekedar bercengkrama sambil menunggu waktu berbuka puasa.

4. Iftar Gulai Kambing (Yogyakarta)
Hampir mirip dengan budaya berbagai bubur samin, Masjid Gedhe Kauman Yogyakarta juga memiliki tradisi membagikan gulai kambing untuk menu berbuka. Tradisi yang sudah dilakukan sejak masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VIII ini dilakukan setiap hari kamis selama bulan ramadan.

Tradisi ini awalnya bertujuan untuk memberikan sedekah kepada orang yang kurang mampu. Sebelum proses pembagian gulai kambing, biasanya diadakan pengajian yang dimulai sejak pukul 4 sore hingga menjelang waktu berbuka puasa.

5. Ketuk Sahur (Gorontalo)
Jangan heran ketika anda menjalani dari pertama sahur anda akan diramaikan dengan warga yang berjalan keliling kota. Tradisi ketuk sahur adalah kegiatan berkeliling kota dengan rute tertentu pada hari pertama ramadan. Rute yang ditempuh biasanya bermula dari Tamalate, Ipilo dan Kampung Bugis. Hal ini bertujuan untuk mempererat tali persaudaraan antar warga.

6. Arakan Sahur (Kuala Tungkal, Jambi)
Setiap sabtu malam selama ramadan di Kuala Tungkal akan mengadakan Festival Arakan Sahur. Festival ini memamerkan kemampuan warga dalam hal menabuh berbagai alat musik sambil berkeliling dengan rute yang sudah disiapkan.

Tak hanya pertunjukan alat musik, festival ini juga diramaikan dengan warga yang membawa kendaran yang sudah dihiasi lampu warna-warni. Selain itu festival ini juga selalu didukung oleh pemerintah setempat yang membagikan berbagai hadiah untuk peserta terbaik dan membuat festival ini selalu diminati oleh warga.

Masih banyak lagi budaya unik di masing-masing daerah di Indonesia dalam meramaikan bulan ramadan. Jika anda ingin tau budaya dan kebiasaan unik apa dari Indonesia atau info menarik lainya seputar ramadan, anda bisa mengunjungi https://opini.id/tag/ramadan. Berbagai info, tips dan berita seputar ramadan banyak diulas di sana.

      edit

0 komentar:

Posting Komentar