Minggu, 19 Januari 2020

Published Januari 19, 2020 by with 0 comment

Ciri-ciri Makanan Sehat


Makanan sehat adalah makanan yang mengikuti aturan gizi seperti mengkonsumsi buah-buahan, sayuran dan biji-bijian dan mengurangi makanan olahan atau junk food. Memang tidak mudah untuk mengkonsumsi makanan yang sehat karena dibutuhkan ketelitian.

Jika Anda tidak bisa memenuhi pola makan sehat, Anda bisa memesannya di gorrygourmet.com.  Yuk, ketahui makanan yang dikategorikan sehat di bawah ini.

Ciri-ciri Makanan yang Sehat

1. Buah-buahan dan sayur-sayuran
Buah dan sayuran mengandung vitamin, antioksidan, serat dan mineral tetapi mengandung sedikit kalori. Menjadikan buah-buahan dan sayuran sebagai bagian dari diet rutin Anda dapat mengurangi risiko mengembangkan penyakit kronis tertentu, seperti kanker, dan memberi tubuh Anda nutrisi yang penting untuk kesehatan yang baik. Makanan nabati juga mengenyangkan karena kandungan seratnya yang tinggi, sehingga mencegah rasa lapar.

2. Gandum Utuh
Biji-bijian utuh, seperti oatmeal, beras merah dan pasta, tepung gandum, tepung jagung dan bulgur, dapat menurunkan risiko terkena penyakit kardiovaskular, termasuk stroke dan penyakit jantung. Menjadikan biji-bijian utuh sebagai bagian dari makanan sehat Anda juga dapat mengurangi risiko terserang asma, penyakit gusi, kehilangan gigi, tekanan darah tinggi, kanker kolorektal, dan penyakit radang.

3. Membatasi Lemak Tidak Sehat
Lemak sangat penting untuk diet sehat, namun jenis lemak tertentu harus dihindari. Lemak jenuh, misalnya, berasal dari sumber hewani, meningkatkan kadar kolesterol darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular. Lemak sehat harus dikonsumsi dalam jumlah sedang termasuk lemak tak jenuh tunggal dan lemak tak jenuh ganda. Sumber lemak sehat adalah kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, minyak zaitun dan alpukat.

4. Tidak Mengandung Sodium
Sodium berdampak terhadap tekanan darah tinggi yang meningkatkan risiko terkena stroke atau penyakit jantung koroner. Garam digunakan sebagai zat tambahan untuk mengubah warna atau tekstur makanan dan sering digunakan sebagai pengawet atau pengubah rasa.

Banyak produk olahan, seperti sup kalengan, roti, pasta, saus salad, camilan dan sereal, yang mengandung kadar natrium yang tinggi. Menghindari makanan ini dapat membantu membatasi natrium dalam diet Anda dan mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular.

Untuk Anda yang ingin mencari makanan sehat, pesan saja di catering online dengan klik situs gorrygourmet.com.
Baca Selengkapnya
      edit

Sabtu, 04 Januari 2020

Published Januari 04, 2020 by with 0 comment

Begini Langkah Sederhana Menghentikan Luka pada Jari


Luka bisa terjadi kapan saja dan darimana saja, seperti saat berkegiatan memasak. Saat memasak, luka jari kena pisau adalah hal yang biasa terjadi. Namun, tidak perlu panik karena Anda bisa melakukan beberapa cara pertolongan pertama saat jari terluka dengan langkah berikut ini.

1. Hentikan Pendarahan
Ketika terjadi luka kena pisau, maka Anda akan mengalami pendarahan. Pendarahan ini bisa ringan ataunpun berat. Apapun jenis pendarahannya, pastikan untuk menghentikannya. Caranya, ambil tisu jika pendarahan ringan atau handuk apabila pendarahan berat untuk menghentikan darah yang keluar.

2. Bersihkan Luka
Setelah pendarahan benar-benar berhenti, langkah selanjutnya adalah membersihkan luka. Caranya, cucilah luka tersebut dibawah air mengalir ataupun dengan air hangat jika memungkinkan. Pastikan tidak ada sabun ataupun kotoran yang tersisa di dalam luka supaya tidak mengiritasi hingga menginfeksi.

3. Berikan Antibiotik
Ketika luka sudah bersih, Anda bisa mengoleskan salep antibiotik untuk mengurangi risiko infeksi. Perlu diketahui, pemberian antibiotik ini opsional, namun disarankan ketika lukanya cukup dalam. Pemberian antibiotik juga tidak mempercepat penyembuhan. Akan tetapi, sangat penting untuk mencegah infeksi dan tidak menambah keparahan luka tersebut.

4. Pakai Perban
Langkah perawatan luka kena pisau terakhir adalah gunakan perban. Perban ini sangat penting untuk melindungi luka supaya saat keluar rumah tidak terpapar kotoran. Apabila luka tak kunjung sembuh, segera hubungi dokter. Ingat, jangan sepelekan luka ini karena luka terbuka di kulit berpotensi masuknya bakteri ke dalam organ tubuh. Pada akhirnya akan menyebabkan infeksi hingga penyakit berbahaya lain.

Ada berbagai faktor yang memengaruhi luka cepat sembuh atau tidak pada setiap orang. Salah satunya disebabkan oleh kurang terpenuhinya asupan nutrisi bagi tubuh. Oleh karena itu, berapapun usia Anda, pastikan untuk memenuhi asupan nutrisi tubuh untuk membantu mempercepat penyembuhan luka, apalagi bagi ibu hamil.

Sebagai referensi, vitamin yang cocok untuk ibu hamil bisa diperoleh dari superfood berikut ini, diantaranya telur, brokoli, pisang, alpukat, dan chia seeds. Makanan tersebut juga tidak kalah penting dikonsumsi oleh siapapun untuk memenuhi gizi dan nutrisi yang seimbang, termasuk Anda.
Baca Selengkapnya
      edit